What I'm thinking about .......

Kamis, 13 Desember 2012

Lapporan Destilasi


DESTILASI

Risma Sri Ayu
123020149
Asisten : Nadya Charisma Putri

Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui pemurnian atau pemisahan zat-zat dengan metode destilasi.

Prinsip Percobaan : Berdasarkan kepada perbedaan titik didih antara pelarut dan zat terlarut.

Metode Percobaan :

Gambar 1 : Metode Percobaan Destilasi

Hasil Pengamatan :

Tabel 1. Hasil Pengamatan Destilasi
Pengamatan
Hasil
Nama sampel
Air teh
Warna asal sampel
Cokelat
Volume asal sampel
20 ml
Suhu mendidih
94 0C
Suhu saat tetesan pertama
97 0C
Suhu konstan
98 0C
Warna destilat
Bening
Volume destilat
23 ml
(Sumber : Risma Sri Ayu, Kelompok F, Meja 3, 2012)

Pembahasan :
Dari percobaan yang dilakukan dengan sampel air teh volume 20 ml, warna sampel coklat, mendidih pada suhu 94 0C, suhu pada tetesan pertama 97 0C sedangkan suhu konstan pada 98 0C, warna destilat menjadi bening dan volumenya menjadi 23 ml.
Faktor-faktor yang mempengaruhi destilasi adalah bahan baku yang digunakan dan alat destilasi itu sendiri. Bahan yang digunakan sangat berpengaruh pada proses destilasi karena bahan-bahan tersebut haruslah bahan yang memiliki aroma/bau serta mengandung minyak. Selain itu bobot produk awal volume air untuk melarutkan zat yang terkandung pada bahan dan lama destilasi. Semakin banyak produk awal yang digunakan dalam distilasi, maka semakin banyak volume produk destilasi yang dihasilkan. Semakin meningkatnya suhu pada saat pendidihan, maka proses destilasi semakin cepat. Apabila alat destilasi itu sederhana, maka proses destilasi semakin cepat (terutama pada kondensornya) maka memerlukan waktu yang lama untuk proses destilasi sedangkan untuk alat destilasi yang modern (terutama pada kondensornya) memerlukan waktu yang lebih cepat.(Anonim, 2012)
Jenis-jenis destilasi adalah sebagai berikut :
1.      Destilasi Biasa
Cara ini digunakan untuk memisahkan dua macam zat atau lebih yang mempunyai titik didih cukup besar. (Sutrisno,2012)
2.      Destilasi Uap
Destilasi uap merupakan suatu cara untuk memisahkan dan memurnikan senyawa organik yang tidak larut ataupun sukar larut dalam air. Keuntungan cara destilasi ini adalah bahwa campuran dapat terdestilasi di bawah titik didih zat organk tersebut dan bahkan di bawah titik didih air.
Destilasi uap berguna untuk memisahkan zat (tak larut dalam air) yang mempunyai tekanan uap relative rendah (5-10 mg Hg) pada sekitar 100°C. Zat dengan tekanan uap sangat rendah tidak dapat didestilasi dengan destilasi uap. Jadi dengan cara ini dapat dilakukan pemurnian beberapa zat yang mempunyai titik didih tinggi. (Sutrisno,2012)
3.      Destilasi Vacum (Tekanan Rendah)
Destilasi ini untuk cairan yang terurai dekat titik didihnya, sehingga untuk memisahkan diri dari komponennya tidak dapat dilakukan dengan destilasi biasa.
Dalam destilasi dengan tekanan rendah, destilasi tidak dilakukan pada tekanan barometer biasa, sehingga cairan tersebut dapat mendidih jauh dibawah titik didihnya yang selanjutnya proses pemisahannya seperti biasa. Perhitungan antara titik didih dan tekanan.(Sutrisno,2012)
4.      Destilasi Terfraksi
Hukum Roult mengatakan bahwa tekanan uap dari sebuah komponen tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikalikan dengan fraksi molnya dalam larutan tersebut. (Sutrisno,2012)
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah.  Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah. Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya. (Raymond Chang, 2003)
Memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tersebut atau dengan menggunakan tekanan tinggi. (Anonim, 2012)
Aplikasi di bidang pangan pada skala industri yaitu pemurnian alkohol.

Kesimpulan :
Dari percobaan yang dilakukan denn menggunakan metode destilasi dapat memurnikan suatu larutan dalam hal ini larutan teh yang berwarna coklat dengan volume 20 ml menjadi bening dengan volume destilat 23 ml.



DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti, Jilid 1, Erlangga, Jakarta
Anonim. 2012. Distilasi. id.wikipedia.org Akses: 11 Desember 2012
Sutrisno, E,T. Nurminabari, I,S, 2012. Penuntun Pratikum Kimia Dasar.  Universitas Pasundan : Bandung


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar